Sebagian orang memandang hina kepada kiyai yang mengharapkan amplop dari ceramah pengajiannya. Tapi Kiyai Bisri Mustofa berprinsip bahwa ia berhak atas amplop itu. "Aku punya tanggungan santri di rumah", katanya, "kalau kutinggal pergi, aku rugi tidak mengajar mereka. Aku nggak mau rugi". Suatu ketika setelah sampai di rumah dari pengajian di tempat jauh, kedapatan amplop panitianya cuma berisi Rp 10.000,-. Kiyai Bisri pun menyuruh Murtadlo, khadamnya, mendatangi panitia dengan bekal surat tagihan rinci:
Sewa mobil: Rp 10.000,-
Bensin : Rp 10.000,- Upah sopir : Rp 2.500,- Ongkos bis Murtadlo: Rp 2.000,-
Isi amplop : Rp 10.000,- Kekurangan: Rp 14.500,-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cara Hilangkan Nama Template Diberdayakan Oleh Blogger
Cara sederhana ini akan membuat blogmu makin kece laksanan blog premium. Simak baik-baik caranya : Login ke www.blogger.com Klik TEMA K...
-
لِيْ فيِ الْمَدِيْنَةِ اَحْباَبٌ لِيْ فيِ الْمَدِيْنَةِ اَحْباَبٌ اِذَا نَظَرُوْا اِلَيَّ وَلَّتْ...
-
adalah orang sukses, ia yang menuntaskan hal setelah memulai. Lain halnya dengan orang yang gagal yang hanya bisa memulai dan memulai, ...
-
ياَ حُجْرَةً صَلَواَةْ سِمْطُ الدُّرَرْ ياَ حُجْرَةً ضَمَّتْ جَمَالَ مُحَمَّدٍ حَوَيْتِ كَر...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar